Sabtu, 21 April 2018

Orientasi Nilai Budaya

Orientasi Nilai Budaya

1. Rumusan Hakikat Hidup
Hakikat kehidupan
Hidup ini bukan tentang mengumpulkan nilai. Namun, hidup ini adalah tentang siapa yang kau cintai dan siapa yang kau sakiti. Tentang bagaimana perasaanmu tentang dirimu sendiri. Tentang kepercayaan, kebahagiaan, dan welas asih. Hidup adalah tentang menghindari rasa cemburu, mengatasi rasa tidak peduli, dan membina kepercayaan. Tentang apa yang kau katakan dan yang kau maksudkan. Tentang menghargai orang apa adanya dan bukan karena apa yang dimilikinya. Dan yang terpenting, hidup ini adalah tentang memilih untuk menggunakan hidupmu untuk menyentuh hidup orang lain dengan cara yang tak bisa digantikan dengan cara yang lain. Hidup adalah tentang pilihan-pilihan itu. Jadi hakikat hidup bisa diuraikan seperti berikut :
a. Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
b. Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial. yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
c. Makhluk yang dalam proses berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai selama hidupnya.
d. Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati. Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas.
e. Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan terutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusiaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial. Kita hidup di dunia adalah untuk semakin belajar membuka hati dan mengikuti kasih Tuhan. Dengan belajar kita membuka hati dan mengikuti Kasih Tuhan dalam kondisi apapun, Karena Kasih Tuhan selalu tersedia setiap saat secara berkelimpahan untuk kita semua, maka seharusnya sebagai wujud syukur yang benar, kita harus menerimanya setiap saat pula. Bekerja dengan penuh rasa ssyuku, makan dan minum dengan penuh rasa syukur. Karena hidup adalah waktu yang diberikan Tuhan buat berkarya memelihara apa yang ada di dunia, mengembalikan kemuliaan Tuhan . Semua aspek kehidupan akan menjadi indah bila kita bisa mensyukuri segala hal yang diberikan oleh Tuhan.

2. Manusia Pasti Menghasilkan Karya

Pada hakekatnya semua manusia bisa menghasilkan suatu karya tergantung dari kemauan atau niat dari orang tersebut, jika ia ingin menciptakan suatu karya yang  bagus maka ia harus bekerja keras dan sungguh-sungguh dalam menciptakan suatu karya yang bagus, sebaliknya jika ia bermalas – malasan maka ia tidak akan bisa menciptakan suatu karya yang bagus. Sebagai contoh seseorang membuat lukisan yang sangat-sangat indah untuk dilihat dan melalui karyanya itu ia dikenal oleh banyak orang dan apa yang akan ia ciptakan selanjutnya pasti akan ditunggu oleh banyak orang, semua hal tersebut tidak lepas dari usaha dan kesungguhan dalam diri orang tersebut. Kesimpulannya tidak ada hal yang mustahil di hidup ini karena jika kita bersungguh-sungguh maka kita akan mendapatkan hasil yang kita inginkan dan sebaliknya jika kita bermalas-malasan maka kita akan mendapat suatu kegagalan.

3. Persepsi Manusia Masalah Waktu

Lalu
Masa lalu adalah masa yang sudah dilewati atau masa sebelum masa sekarang, masa lalu seseorang bisa bersifat baik atau buruk tergantung dari perilaku orang tersebut di masa itu, disini saya akan memberikan massa lalu saya sebelum saya di Universitas Gunadarma. Saya dulu pada saat SMA saya ingin masuk jurusan biokimia di IPB, tetapi saya tidak mendapatkannya pada saat snmptn maupun di sbmptn saya pada saat itu saya merasa sedih karena tidak lolos tetapi orang tua saya berkata “yaudah engga apa-apa masih ada cara lain untuk kuliah" hingga suatu ketika saya mendapat sms dari Universitas Gunadarma bahwa saya mendapat beasiswa (sebelumnya saya mengikuti try out Universitas Gunadarma di SMA saya), dan dari situlah kenapa saya sekarang berada di Universitas Gunadarma di jurusan Teknik Informatika.

Sekarang
Masa sekarang atau masa kini adalah masa yang dimana merupakan masa yang paling penting karena masa kini dapat mengubah masa depan kita jika pada waktu ini kita bermalas-malasan maka yang terjadi dimasa depan kita akan menjadi pengangguran dan tidak menjadi orang sukses, sebaliknya jika kita rajin dan terus berusaha maka kemungkinan besar kita bisa menjadi orang sukses dan masa depan kita cerah.

Masa depan
Masa depan adalah masa dimana kita untuk meraih kesuksesan, kita ingin menjadi apa, dan kita ingin menjadi seperti apa. Masa depan yang cerah dapat diraih jika pada masa lalu kita adalah orang yang bersungguh-sungguh, pantang menyerah dan terus berusaha semaksimal mungkin, sebaliknya jika adalah orang yang males-malesan maka bisa jadi dimasa depan kita itu bukan siapa-siapa dan seorang pengangguran.

Dari ketiga masa yang dibahas, kita dapat menyimpulkan “orang yang akan menjadi orang sukses dapat dilihat dari masa lalu dan massa yang sekarang ia jalani, jika pada masa lalu dan masa sekarang ia adalah seorang yang bersungguh-sungguh dan bekerja keras maka ia akan dapat meraih kesuksesan sebaliknya jika ia pada masa lalu dan masa sekarang ia adalah orang yang males-malesan maka ia akan menjadi orang yang gagal".

4. Pandangan Terhadap Alam

Semakin kritisnya kondisi lingkungan hidup menimbulkan keprihatinan bagi banyak pihak, tak hanya para ilmuwan dan pemerhati lingkungan saja, para filsuf dan agamawan pun ikut memikirkannya. Pembahasan mengerucut pada akar masalah kerusakan lingkungan yaitu manusia.

Usaha manusia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di satu sisi membawa manusia pada suatu era yang disebut modern, hidup manusia makin hari kian mudah, potensi yang ada di alam dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Di sisi yang lain, kemampuan manusia mengolah alam menempatkan dirinya sebagai pusat alam. Pandangan manusia terhadap alam berubah. Sebelum manusia mengenal ilmu pengetahuan modern, manusia menganggap bahwa alam mempunyai kekuatan, namun setelah manusia mengenal ilmu pengetahuan modern manusia mulai menampakkan sifat egoisnya. Mereka mengaku sebagai penguasa alam, segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah miliknya dan digunakan untuk menunjang hidupnya, sayangnya yang muncul setelahnya bukannya bijak memanfaatkan kekayaan alam tetapi yang ada malah keserakahan manusia mengambil apa yang ada di alam secara berlebihan tanpa berfikir apa akibat yang akan muncul kemudian. Untuk itu kita sebagai manusia harus mulai berfikir untuk menjaga dan melestarikan alam dan lingkungan yang kita tinggal ini agar tidak terjadi suatu hal yang tidak diinginkan.

5. Hubungan manusia dengan manusia

Pada hakikatnya manusia memiliki hubungan yang perlu dijalankan, yaitu hubungan sacara vertikal dan horizontal. Hubungan secara vertikal merupakan hubungan manusia kepada Tuhan. Hubungan vertikal ini sangat pribadi, individual, dan spiritual. Hanya manusia dan Tuhan yang tahu seberapa kedekatan itu. Hubungan horizontal dapat diartikan sebagai hubungan yang sangat luas, hubungan yang hanya berlangsung di dunia, salah satunya adalah hubungan sesama manusia. Hubungan yang menunjukkan bahwa manusia itu adalah mahkluk sosial yang tak bisa lepas dari bantuan manusia lainnya.

Tekadang, hubungan sesama manusia itu memiliki hambatan. Hambatan itu dapat sangat sulit maupun sangat mudah untuk diselesaikan. Penyelasaiannya tergantung pada pribadi manusia itu sendiri, apakah ia mudah atau sulitkah dalam menyelesaikannya. Hubungan kedekatan manusia memiliki berbagai tingkatan, mulai dari yang paling dekat yaitu keluarga, sahabat, teman, sebatas tahu, dan yang paling jauh adalah tidak kenal sama sekali. Keluarga, sahabat, dan teman merupakan kelompok yang pasti ada hubungan, minimal hubungan komunikasi sedangkan kelompok sebatas tahu dan tidak kenal sama sekali merupakan kelompok yang minimal tidak ada hubungan sama sekali.

Sangat terlihat jelas dari pembagian kelompok di atas bahwa kelompok yang pertamalah yang dapat menyebabkan suatu permasalah karena batas minimalnya adanya hubungan komunikasi. Dari komunikasi inilah yang dapat menyebabkan konflik suatu hubungan. Konflik sendiri dapat menjadi perekat suatu hubungan juga dapat menjadi boomerang yang dapat memperjauh kedekatan suatu hubungan dan memasukkan kelompok yang kedua. Lalu bagaimanakah meminimalisir konflik yang mengarah ke hal negatif? Tentu perlu ada hal yang dapat menahan agar suatu hubungan tidak menjadi semakin menjauh.

Setiap orang memiliki perangai yang berbeda-beda. Dan setiap orang lain berhak memberikan penilaian terhadap seseorang. Pergaulan kita berpengaruh terhadap penilaian kita terhadap orang tersebut. Namun yang perlu diperhatikan bahwa penilaian itu hanya berlaku untuk diri kita dan orang yang dituju. Jangan pernah memengaruhi pihak ketiga atas penilaian kita dan jangan mudah terpengaruh atas penilaian pihak ketiga tentang orang lain. Itu semua dapat mengakibatkan pikiran negative yang tentu menjerumuskan kita terhadap perbuatan tercela. Alangkah lebih baiknya jika kita lebih berhati-hati dalam bersikap, ketahuilah orang lain dengan cara perlahan karena ada orang yang sekalinya diberi umpan malah menunjukkan reaksi yang kuat.

Jangan terlalu cepat menganggap orang dekat dengan kita. Terlalu cepat melakukan hal tersebut akan cepat pula mengakibatkan keretakan yang terjadi. Proses mengangkatan kasta perlu cukup panjang agar hasilnya kita mendapatkan orang dekat yang benar-benar dekat bukan dekat sesaat.

Hidup itu memang tidak semudah yang dibayangkan, masalah memang selalu terjadi kapan saja tanpa kita duga. Alangkah lebih baiknya kita mulai berhati-hati dari sekarang. Coba lakukan hanya hubungan yang menyenangkan saja untuk manusia lain. Jangan coba menuangkan masalah kita kepada orang lain tanpa mengenal pribadi orang tersebut. Tuhan-lah yang dapat mendengar semua keluh-kesah kita dan Tuhan-lah yang memberikan solusi terhadap masalah kita walaupun memang tidak secara langsung. Pola pikir yang diberikan Tuhan-lah yang membuat kita dapat menyelesaikan konflik antar hubungan sesama manusia.

Sumber:
amirstainkendari.blogspot.co.id/2011/07/makalah-hakekat-dan-tujuan-hidup.html?m=1
https://www.google.co.id/amp/s/a2c5.wordpress.com/2010/07/28/pandangan-manusia-terhadap-alam/amp/
divateguh.blogspot.com/2012/04/hubungan-manusia-dengan-manusia.html?m=1

Sabtu, 06 Januari 2018

Agama dan Masyarakat



Agama dan Masyarakat


A.   Pengertian Agama

Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

Kata "agama" berasal dari bahasa Sansekerta āgama yang berarti "tradisi". Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.

B.   Macam – Macam Agama Yang Ada Di Indonesia

1.    Agama Islam

Islam (Arab: al-islām,: "berserah diri kepada Tuhan") adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah SWT. Agama ini termasuk agama Samawi (agama-agama yang dipercaya oleh para pengikutnya diturunkan dari langit) dan termasuk dalam golongan agama Ibrahim. Kata Islam merupakan penyataan kata nama yang berasal dari akar triliteral s-l-m, dan didapat dari tata bahasa bahasa Arab Aslama, yaitu bermaksud "untuk menerima, menyerah atau tunduk." Dengan demikian, Islam berarti penerimaan dari dan penundukan kepada Tuhan, dan penganutnya harus menunjukkan ini dengan menyembah-Nya, menuruti perintah-Nya, dan menghindari politheisme.
Kepercayaan dasar Islam dapat ditemukan pada dua kalimah shahādatāin ("dua kalimat persaksian"), yaitu "Laa ilaha illallah, Muhammadur Rasulullah" yang berarti "Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah". Adapun bila seseorang meyakini dan kemudian mengucapkan dua kalimat persaksian ini, berarti ia sudah dapat dianggap sebagai seorang Muslim atau mualaf (orang yang baru masuk Islam dari kepercayaan lamanya).

2.    Agama Kristen Protestan

Protestan adalah sebuah mazhab dalam agama Kristen. Mazhab atau denominasi ini muncul setelah protes Martin Luther pada tahun 1517 dengan 95 dalil nya.Kata Protestan sendiri diaplikasikan kepada umat Kristen yang menolak ajaran maupun otoritas Gereja Katolik.

3.    Agama Katolik

Kata Katolik sebenarnya bermakna "universal" atau "keseluruhan" atau "umum" (dari ajektiva Bahasa Yunani (katholikos)) yang menggambarkan sifat gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus.

4.    Agama Hindu

Agama Hindu (Bahasa Sanskerta: Sanātana Dharma "Kebenaran Abadi"), dan Vaidika-Dharma ("Pengetahuan Kebenaran"). Agama ini diperkirakan muncul antara tahun 3102 SM sampai 1300 SM dan merupakan agama tertua di dunia yang masih bertahan hingga kini. Agama ini merupakan agama ketiga terbesar di dunia setelah agama Kristen dan Islam Penganut agama Hindu sebagian besar terdapat di anak benua India. Di sini terdapat sekitar 90% penganut agama ini. Agama ini pernah tersebar di Asia Tenggara sampai kira-kira abad ke-15, lebih tepatnya pada masa keruntuhan Majapahit.

5.    Agama Buddha

Agama Buddha (Bahasa Sansekerta berarti. Mereka yang Sadar, Yang mencapai pencerahan sejati. dari perkataan Sansekerta: "Budh", untuk mengetahui) merupakan gelar kepada individu yang menyadari potensi penuh mereka untuk memajukan diri dan yang berkembang kesadarannya. Dalam penggunaan kontemporer, ia sering digunakan untuk merujuk Siddharta Gautama, guru agama dan pendiri Agama Buddha (dianggap "Buddha bagi waktu ini"). Dalam penggunaan lain, ia merupakan tarikan dan contoh bagi manusia yang telah sadar.

6.    Agama Kong Hu Cu

Ajaran Konfusianisme atau Kong Hu Cu (juga: Kong Fu Tze atau Konfusius) dalam bahasa Tionghoa, istilah aslinya adalah Rujiao yang berarti agama dari orang-orang yang lembut hati, terpelajar dan berbudi luhur. Agama Khonghucu juga mengajarkan tentang bagaimana hubungan antar sesama manusia atau disebut "Ren Dao" dan bagaimana kita melakukan hubungan dengan Sang Khalik/Pencipta alam semesta (Tian Dao) yang disebut dengan istilah "Tian" atau "Shang Di".

C.   Pelembagaan Agama

1.    Islam : MUI

MUI atau Majelis Ulama Indonesia adalah Lembaga Swadaya Masyarakat yang mewadahi ulama, zu’ama, dan cendikiawan Islam di Indonesia untuk membimbing, membina dan mengayomi kaum muslimin di seluruh Indonesia. Majelis Ulama Indonesia berdiri pada tanggal, 7 Rajab 1395 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 26 juli 1975 di Jakarta, Indonesia.

2.    Kristen

a.    Kristen : Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI)

PGI (dulu disebut Dewan Gereja-gereja di Indonesia – DGI) didirikan pada 25 Mei 1950 di Jakarta sebagai perwujudan dari kerinduan umat Kristen di Indonesia untuk mempersatukan kembali Gereja sebagai Tubuh Kristus yang terpecah-pecah. Karena itu, PGI menyatakan bahwa tujuan pembentukannya adalah “mewujudkan Gereja Kristen Yang Esa di Indonesia.”

b.    Katolik : Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI)

Konferensi Waligereja Indonesia (KWI atau Kawali) adalah organisasi Gereja Katolik yang beranggotakan para Uskup di Indonesia dan bertujuan menggalang persatuan dan kerja sama dalam tugas pastoral memimpin umat Katolik Indonesia. Masing-masing Uskup adalah otonom dan KWI tidak berada di atas maupun membawahi para Uskup dan KWI tidak mempunyai cabang di daerah. Keuskupan bukanlah KWI daerah. Yang menjadi anggota KWI adalah para Uskup di Indonesia yang masih aktif, tidak termasuk yang sudah pensiun. KWI bekerja melalui komisi-komisi yang diketuai oleh Uskup-Uskup. Pada 2006 anggota KWI berjumlah 36 orang, sesuai dengan jumlah keuskupan di Indonesia (35 keuskupan) ditambah seorang uskup dari Ambon (Ambon memiliki 2 uskup).

3.    Hindu : Persada

Parisada Hindu Dharma Indonesia ( Parisada ) ialah: Majelis tertinggi umat Hindu Indonesia.

4.    Budha : MBI

Majelis Buddhayana Indonesia adalah majelis umat Buddha di Indonesia. Majelis ini didirikan oleh Bhante Ashin Jinarakkhita pada hari Asadha 2499 BE tanggal 4 Juli 1955 di Semarang, tepatnya di Wihara Buddha Gaya, Watugong, Ungaran, Jawa Tengah, dengan nama Persaudaraan Upasaka-Upasika Indonesia (PUUI) dan diketuai oleh Maha Upasaka Madhyantika S. Mangunkawatja.

5.    Konghucu : Matakin

Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (disingkat MATAKIN) adalah sebuah organisasi yang mengatur perkembangan agama Khonghucu di Indonesia. Organisasi ini didirikan pada tahun 1955.

D.   Fungsi Agama

Fungsi agama dalam masyarakat ada tiga aspek penting yang selalu dipelajari, yaitu kebudayaan, sistem sosial, dan kepribadian.

Fungsi agama dalam pengukuhan nilai-nilai, bersumber pada kerangka acuan yang bersifat sakral, maka normanya pun dikukuhkan dengan sanksi-sanksi sakral. Dalam setiap masyarakat sanksi sakral mempunyai kekuatan memaksa istimewa, karena ganjaran dan hukumannya bersifat duniawi dan supramanusiawi dan ukhrowi.


  • Fungsi agama di bidang sosial adalah fungsi penentu, di mana agama menciptakan suatu   ikatan bersama, baik di antara anggota-anggota beberapa mayarakat maupun dalam kewajiban-kewajiban sosial yang membantu mempersatukan mereka.

  • Fungsi agama sebagai sosialisasi individu ialah individu, pada saat dia tumbuh menjadi dewasa, memerlukan suatu sistem nilai sebagai semacam tuntunan umum untuk (mengarahkan) aktivitasnya dalam masyarakat, dan berfungsi sebagai tujuan akhir pengembangan kepribadiannya. Orang tua di mana pun tidak mengabaikan upaya     “moralisasi” anak-anaknya, seperti pendidikan agama mengajarkan bahwa hidup adalah untuk memperoleh keselamatan sebagai tujuan utamanya. Oleh sebab itu, untuk mencapai tujuan tersebut harus beribadah dengan kontinyu dan teratur, membaca kitab suci dan berdoa setiap hari, menghormati dan mencintai orang tua, bekerja keras, hidup secara sederhana, menahan diri dari tingkah laku yang tidak jujur, tidak berbuat yang senonoh dan mengacau, tidak minum-minuman keras, tidak mengkonsumsi obat-obatan terlarang, dan tidak berjudi. Maka perkembangan sosialnya terarah secara pasti serta konsisten dengan suara hatinya.


E.   Dimensi Agama

1.    Dimensi keyakinan mengandung perkiraan atau harapan bahwa orang yang religius akan menganut pandangan teologis tertentu, bahwa ia akan mengikuti kebenaran ajaran-ajaran agama.

2.    Praktek agama mencakup perbuatan-perbuatan memuja dan berbakti, yaitu perbuatan untuk melaksanakan komitmen agama secara nyata. Ini menyangkut, pertama, ritual, yaitu berkaitan dengan seperangkat upacara keagamaan, perbuatan religius formal, dan perbuatan mulia. Kedua, berbakti tidak bersifat formal dan tidak bersifat publik serta relatif spontan.

3.    Dimensi pengalaman memperhitungkan fakta, bahwa semua agama mempunyai      perkiraan tertentu, yaitu orang yang benar-benar religius pada suatu waktu akan mencapai pengetahuan yang langsung dan subjektif tentang realitas tertinggi, mampu berhubungan, meskipun singkat, dengan suatu perantara yang supernatural.

4.    Dimensi pengetahuan dikaitkan dengan perkiraan, bahwa orang-orang yang bersikap         religius akan memiliki informasi tentang ajaran-ajaran pokok keyakinan dan upacara        keagamaan, kitab suci, dan tradisi-tradisi keagamaan mereka.

5.    Dimensi konsekuensi dari komitmen religius berbeda dengan tingkah laku perseorangan    dan pembentukan citra pribadinya.

F.    Hubungan Agama dengan Masyarakat

Telah kita ketahui Indonesia memiliki banyak sekali budaya dan adat istiadat yang juga berhubungan dengan masyarakat dan agama. Dari berbagai budaya yang ada di Indonesia dapat dikaitkan hubungannya dengan agama dan masyarakat dalam melestraikan budaya.Sebagai contoh budaya Ngaben yang merupakan upacara kematian bagi umat hindu Bali yang sampai sekarang masih terjaga kelestariannya.Hal ini membuktikan bahwa agama mempunyai hubungan yang erat dengan budaya sebagai patokan utama dari masyarakat untuk selalu menjalankan perintah agama dan melestarikan kebudayaannya.Selain itu masyarakat juga turut mempunyai andil yang besar dalam melestarikan budaya, karena masyarakatlah yang menjalankan semua perintah agama dan ikut menjaga budaya agar tetap terpelihara.
Selain itu ada juga hubungan lainnya,yaitu menjaga tatanan kehidupan.Maksudnya hubungan agama dalam kehidupan jika dipadukan dengan budaya dan masyarakat akan membentuk kehidupan yang harmonis,karena ketiganya mempunyai keterkaitan yang erat satu sama lain. Sebagai contoh jika kita rajin beribadah dengan baik dan taat dengan peraturan yang ada,hati dan pikiran kita pasti akan tenang dan dengan itu kita dapat membuat keadaan menjadi lebih baik seperti memelihara dan menjaga budaya kita agar tidak diakui oleh negara lain.
Namun sekarang ini agama hanyalah sebagai symbol seseorang saja. Dalam artian seseorang hanya memeluk agama, namun tidak menjalankan segala perintah agama tersebut. Dan di Indonesia mulai banyak kepercayaan-kepercayaan baru yang datang dan mulai mengajak/mendoktrin masyarakat Indonesia agar memeluk agama tersebut. Dari banyaknya kepercayaan-kepercayaan baru yang ada di Indonesia, diharapkan pemerintah mampu menanggulangi masalah tersebut agar masyarakat tidak tersesaat di jalannya. Dan di harapkan masyarakat Indonesia dapat hidup harmonis, tentram, dan damai antar pemeluk agama yang satu dengan lainnya.

Sumber :

Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan



Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan


A.   Pengertian Ilmu Pengetahuan Teknologi (IPTEK)

IPTEK adalah singkatan dari ilmu pengetahuan dan teknologi, yaitu suatu sumber informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan ataupun wawasan seseorang dibidang teknologi. Dapat juga dikatakan IPTEK merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi, baik itu penemuan terbaru yang bersangkutan dengan teknologi ataupun perkembangan dibidang teknologi itu sendiri.

B.   Pengertian Ilmu, Pengetahuan, dan Teknologi

Ilmu adalah pemahaman mengenai suatu pengetahuan, yang mempunyai fungsi untuk mencari, menyelidiki, lalu menyelesaikan suatu hipotesis. Ilmu juga yaitu merupakan suatu pengetahuan yang sudah teruji akan kebenarannya.

Pengetahuan adalah suatu yang diketahui ataupun disadari oleh seseorang yang didapat dari pengalamannya. Pengetahuan juga tidak dapat dikatakan sebagai suatu ilmu karena kebenarannya belum teruji. Pengetahuan muncul disebabkan seseorang menemukan sesuatu yang sebelumnya belum pernah dilihatnya.

Teknologi adalah suatu penemuan melalui proses metode ilmiah, untuk mencapai suatu tujuan yang maksimal. Atau dapat diartikan sebagai sarana bagi manusia untuk menyediakan berbagai kebutuhan atau dapat mempermudah aktifitas.

C.   Dampak Negatif dan Dampak Positif IPTEK

a.    Dampak Negatif:

1.    Dapat merusak moral, dimana Internet menjadi media IPTEK yang dapat mempengaruhi moral dari seseorang. Seperti misalnya konten yang berbau negatif dan yang lainnya.
2.    Dapat menimbulkan polusi. Perkembangan IPTEK yang semakin pesat dan banyak dimanfaatkan. Akan tetapi disamping itu banyak sekali polusi pencemaran yang dihasilkan dari perkembangan IPTEK itu sendiri.
3.    Dapat membuat orang semakin malas, karena IPTEK memiliki tujuan untuk mempermudah & memanjakan manusia. Jadi manusia akan semakin malas sebab sudah ada teknologi yang dapat menggantikan dirinya bekerja.

b.    Dampak Positif:

1.    Dapat meringankan berbagai masalah yang dihadapi oleh manusia.
2.    Dapat membuat segala sesuatunya menjadi lebih cepat dan mudah.
3.    Dapat mengurangi pemakaian bahan-bahan alami yang semakin kesini semakin langka.
4.    IPTEK juga membawa manusia kearah lebih maju dan modern.

D.   Pengertian Kemiskinan

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan, dll.

·         Cara Memahami Kemiskinan :

1.    Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
2.    Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi. Gambaran kemiskinan jenis ini lebih mudah diatasi daripada dua gambaran yang lainnya.
3.    Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" disini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. Gambaran tentang ini dapat diatasi dengan mencari objek penghasilan di luar profesi secara halal. Perkecualian apabila institusi tempatnya bekerja melarang.

E.   Penyebab - Penyebab Kemiskinan

1.    penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin. Contoh dari perilaku dan pilihan adalah penggunaan keuangan tidak mengukur pemasukan.
2.    penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga. Penyebab keluarga juga dapat berupa jumlah anggota keluarga yang tidak sebanding dengan pemasukan keuangan keluarga.
3.    penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar. Individu atau keluarga yang mudah tergoda dengan keadaan tetangga adalah contohnya.
4.    penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi. Contoh dari aksi orang lain lainnya adalah gaji atau honor yang dikendalikan oleh orang atau pihak lain. Contoh lainnya adalah perbudakan.
5.    penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.

F.    Cara Menghilangkan Kemiskinan

1.    Bantuan kemiskinan, atau membantu secara langsung kepada orang miskin. Ini telah menjadi bagian pendekatan dari masyarakat Eropa sejak zaman pertengahan. Di Indonesia salah satunya berbentuk BLT.
2.    Bantuan terhadap keadaan individu. Banyak macam kebijakan yang dijalankan untuk mengubah situasi orang miskin berdasarkan perorangan, termasuk hukuman, pendidikan, kerja sosial, pencarian kerja, dan lain-lain.
3.    Persiapan bagi yang lemah. Daripada memberikan bantuan secara langsung kepada orang miskin, banyak negara sejahtera menyediakan bantuan untuk orang yang dikategorikan sebagai orang yang lebih mungkin miskin, seperti orang tua atau orang dengan ketidakmampuan, atau keadaan yang membuat orang miskin, seperti kebutuhan akan perawatan kesehatan. Persiapan bagi yang lemah juga dapat berupa pemberian pelatihan sehingga nanti yang bersangkutan dapat membuka usaha secara mandiri.

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan